Kejadian seorang anak yang bunuh diri di Semarang, mengingatkan saya pada sebuah kejadian yang sama persis pada saat saya masih duduk di SMP. Saat itu lagi BOOming film Super Boy. Dan bisa dipastikan anak-anak SD ingin meniru gaya pahlawan idamannya tersebut.

Semua yang ada tentang Super Boy laris manis terjual, seperti Pakaian, Tas, Alat makanan dan lain sebagainya. Hal ini tak ubahnya demam NARUTO di Indonesia. Pernak – pernik tentang sosok idola anak itu sangat menyita perhatian orang tua.

Dan kecelakaan juga terjadi seperti kejadian yang masih hangat di kepala kita. Tapi dengan proses yang berbeda. Di Semarang kejadiannya adalah seorang anak yang MENIRU latihan yang dilakukan Naruto di film yaitu melatih otot leher, tapi kejadiannya malah sebaliknya anak tersebut melakukan bunuh diri yang tidak di sengaja. Sedangkan pada zaman saya SMP, kejadiannya seperti ini : Seorang anak pastilah terobsesi untuk bisa TERBANG seperti Super Boy, jadi saat itu dia mengambil sarung dan berada di atas Loteng tingkat 2 dan langsung menjejakkan kakinya ke lantai loteng dengan harapan dia bisa terbang seperti Super Boy. Tapi celakalah yang didapat. Dia pada saat itu, dia langsung meluncur kebawah dengan posisi kepala di bawah, alhasil seketika itu dia ditemukan pada posisi TDK BERNYAWA.

SIAPA YANG DISALAHKAN ?

Kita tidak bisa menyalahkan pihak