SESUATU YANG HARUS KITA RENUNGKAN

Tulisan ini saya buat untuk kita renungkan, seringkali kita lupa pada hal – hal yang harus kita hindari selama kita mempelajari sesuatu. Hal – hal yang harus kita hindari tadi jika sering kita lakukan dalam proses belajar kita di kelas atau di kehidupan nyata maka kita tidak hanya GAGAL tapi juga akan membuat kita putus asa. Dari sinilah saya mempunyai keinginan untuk bisa menjadikan tulisan ini sebuah awal yang mungkin bisa merubah keadaan.
Hal – hal yang akan saya bahas dibawah bukan hanya sebagai satu isapan jempol atau karangan semata tetapi pengalaman nyata dari perjalanan hidup saya pribadi. Tulisan ini akan memberi sebuah kesimpulan terhadap hal-hal yang menghalangi kita untuk menjadi sukses atau berhasil. Jika kita ingin sukses, kita tidak perlu mendatangkan guru privat atau computer super canggih atau handphone yang mempunyai fitur-fitur kamus, kalkulator atau Bluetooth, tapi ada satu hal yang harus kita ubah atau pecahkan terlebih dahulu yang menghambat proses belajar yang terjadi di dalam otak kita selama ini yaitu CARA BERPIKIR KITA. Berikut adalah hal-hal yang harus kita cermati dan renungi agar kita maju.

1.Ubah Cara berpikir (Mindset). Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Itu bukan kalimat yang dilontarkan manusia tetapi Tuhan yang mengatakannya. “Pegang pernyataan itu”. Saat kita menemukan sebuah kesulitan atau pelajaran yang sulit jangan pernah katakan “SULIT” terlebih dahulu. Coba telaah dan pahami pelajaran itu dulu. Jika masih belum bisa, JANGAN BILANG SULIT DULU. Coba minta tolong ke teman kamu yang sudah bisa menguasai pelajaran tersebut. Jika kamu masih belum bisa, katakan pada pikiranmu “AKU BELUM MENEMUKANNYA”. Kamu pingin contoh, kamu pernah gak jalan di sebuah tempat gelap dan sepi. Jika sebelum kamu jalan ditempat itu, tidak ada orang yang bilang bahwa tempat itu angker, bisa dipastikan bahwa kamu tidak akan takut. Tapi bagaimana kalau sebelum kamu melintasi tempat itu, ada seseorang yang bilang bahwa tempat itu angker dan sering terjadi penampakan makhluk halus. Apa jadinya ? kamu pasti takut. Semua hal itu dimulai dari pikiran kita. Jika kita mendidik pikiran kita bahwa PELAJARAN BAHASA INGGRIS ITU SULIT, maka pikiran kita mengatakan pada seluruh tubuh bahawa BAHASA INGGRIS ITU SULIT lalu terjadilah suatu keadaan atau kondisi yaitu setiap pelajaran Bahasa Inggris kamu mengalami kesulitan yang tidak masuk akal padahal pelajaran Bahasa Inggris tersebut belum diajarkan oleh guru kalian. Ya apa nggak ? Ingatlah satu kalimat ini “KITA MENJADI SEPERTI YANG KITA PIKIRKAN”. Jika kita menganggap bahwa Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris itu sulit. Saya bisa pastikan bahwa kamu tidak akan pernah bisa menguasai pelajaran itu. Maka ubahlah cara berpikirmu !

2.Jangan banyak mengeluh. Pernah gak kamu sebelum melakukan sesuatu, kamu dahului dengan perkataan “Waduh capek aku”. Maka apa yang terjadi ? waktu seakan berputar sangat lama sekali, dan selanjutnya kamu tidak bisa enjoy melakukan perkerjaan tersebut. Dan hasilnya juga bisa dibilang gak karuan. Pada saat kamu mengatakan “Waduh capek aku” maka pada saat itu pula otak menerima pesan “Capek” dan menyampaikan ke seluruh tubuh bahwa kamu capek. Coba kalau kamu dahului sebuah pekerjaan dengan “Asyik” atau “Yes”, apa yang terjadi ? maka semua pekerjaan yang sulit tersebut tidak akan membebani kamu. Jadi hindari keluhan – keluhan yang akan menghambat proses belajarmu. Contoh kecil : Coba bayangkan sekarang kamu jalan – jalan dengan pacar kamu atau cewek / cowok cakep dimana kamu suka dan sayang banget sama dia. Apa yang kamu rasakan sekarang ? kamu tidak akan merasa capek meskipun jalan jauh atau kehabisan materi pembicaraan. Tapi sekarang coba bayangkan kamu berjalan dengan cewek / cowok dimana kamu itu jijik dan jelek, kamu pasti bilang “Waduh mimpi apa aku semalam”. apa yang terjadi ? Kamu sekarang pasti pengen lari dan teriak “Tolooooooooong”.
3.Jangan banyak menuntut. Sering kita dengar, pada saat orang tua kita ingin anaknya masuk dalam ranking 10 besar, anak tersebut selalu mengajukan 1 permintaan jika ia bisa meraih apa yang diinginkan orang tuanya. Ok…lah. Itu sah-sah saja. Tapi ketika kita dalam proses meraih hal yang diinginkan orang tua kita tadi, kita sudah secara tidak sadar mendidik diri dan otak kita untuk tidak tulus dalam menjalani apapun. Dan pada akhirnya, pada saat yang kita inginkan TIDAK kita peroleh, kita STRESS karena 1 permintaan yang kita ajukan pasti tidak akan dikabulkan oleh orang tua kita. Ituah yang terjadi pada ANGGOTA DEWAN yang ada di Pemerintahan kita, karena mereka tidak tulus dalam melayani masyarakat maka korupsi terjadi dimana-mana dan pada akhirnya mereka menyengsarakan hidup rakyat Indonesia. Jadilah orang yang banyak bekerja tanpa harus banyak menuntut. Saya yakin suatu saat kamu akan menemukan apa yang disebut dengan keikhlasan.
Anak-anakku, didiklah diri dan pikiranmu untuk bisa tulus dalam menjalani apapun di dunia ini. Tirulah AIR yang selalu mengalir ke bawah mengikuti arus. Jadilah AIR di kehidupanmu, air itu bisa dipergunakan untuk membantu kehidupan kita dan orang lain. Air itu tidak pernah menuntut, tapi jika ia tidak diantisipasi dan dikelola dengan baik, air itu bisa menelan manusia yang meremehkannya yaitu BANJIR.
4.Jangan takut buat kesalahan. Saya sering melihat ada siswa yang bilang “saya takut salah” saat disuruh maju di kelas. Hanya dengan perkataan itu, siswa tersebut sudah membuat kesalahan sebelum melakukan pekerjaan. Kita hidup di dunia mulai lahir sampai dengan tua itu tetap melakukan proses belajar. Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat bahwa tetaplah belajar dan jangan takut membuat kesalahan asalkan jangan buat kesalahan yang sama. Contoh : pada saat pelajaran bahasa inggris, kamu lupa apa bedanya LETTER dgn LATER. Tapi setelah melihat di kamus kamu tahu perbedaannya bahwa kalau LETTER = Surat tapi LATER = nanti. Jika pada saat ulangan bahasa inggris hal tersebut ditanyakan di ulangan dan kamu tetap gak bisa maka kesimpulannya adalah kamu membuat kesalahan yang sama. Tapi jika pada saat ulangan kamu sudah bisa membedakan dan menjawab benar maka kamu sudah belajar untuk tidak membuat kesalahan yang sama. Jangan jatuh pada lubang yang sama.
5.Harus punya NIAT berubah. Pernah saya mendapatkan CURHAT dari murid saya, “Pak, kenapa ya saya pengen sekali berubah pandai tapi saya kok tetap gak bisa berubah?”. Lalu saya balik bertanya “Apa kamu sudah punya niat untuk berubah ?”. dia menjawab “Ya jelas punya niat dong”. Saat itu saya bingung, kok bisa ya?. Setelah itu dia bercerita tentang guru privatnya yang datang setiap hari rabu bahwa dia selalu diajari tentang pelajaran yang sudah dibahas di sekolah. Lalu saya bertanya “apakah kamu tetap belajar meski tidak ada guru privat kamu ? dia menjawab dengan senyum “TIDAK”. Maka saya bisa menarik kesimpulan bahwa murid saya tersebut hanya punya kesempatan untuk berubah tapi tidak punya NIAT untuk berubah. Perbedaan antara kesempatan dan niat letaknya hanya pada pikiran dan hati. Kesempatan diciptakan oleh pikiran tapi niat diciptakan oleh hati. Jika kita punya niat, kesempatan akan tercipta dengan sendirinya meski sulit sekali adanya tapi kalau ada kesempatan tapi tidak ada niat, jangan harap kamu bisa berubah. Contoh kecil : kamu pasti punya guru yang ditakuti di kelas, pasti kalau sedang ada di kelas, kamu tidak bisa ngomong atau rame saat pelajaran. Disitulah kamu punya kesempatan untuk mendidik dirimu untuk berubah. Tapi apa yang terjadi jika gurumu tidak galak, kamu mulai bisa ramai, clometan, dan lain sebagainya. Itu tandanya bahwa kamu gak punya niat untuk berubah. Coba kalau pacarmu yang satu kelas bilang “Jika saya lihat kamu tidak bisa berubah menjadi orang yang baik, pinter dan nurut guru maka aku akan putusin kamu langsung disitu”. Wow …pasti dari rumah kamu akan punya niat untuk tidak ngomong ataupun rame di kelas selama pelajaran karena kamu takut diputusin pacar kamu. Pernah kan kamu seperti itu ? Hayo..jangan bohong !
6.Jadilah Inspirasi yang baik. Pada tahun 2003, Saya pernah punya pengalaman yang pada saat itu saya menjadi seorang Wali Kelas 2A yang paling ditakuti di sebuah sekolah. Sekolah tersebut terletak di sebuah lingkungan yang sangat tidak mendukung sebuah pendidikan. Lingkungan tersebut sangat sarat atau banyak dengan yang namanya TAWURAN, MINUMAN KERAS, dan dekat sekali dengan Lembah Hitam. Pada saat itu ada seorang anak yang mempunyai keluarga yang hancur dan rusak. Maka anak tersebut terlibat dengan pergaulan para preman, pencuri dan anak DROP OUT. Pada suatu ketika dia pernah mempunyai masalah dengan salah satu anak di kelas saya. Yang harus kalian ketahui adalah anak ini gak pernah suka pada saya. Ketika saya mendengar dia bermasalah dengan anak di kelas saya maka saya dengan sangat marah memanggilnya ke ruang guru. Tapi apa yang terjadi, dia gak pernah takut pada saya meskipun saya gurunya bahkan pada saat itu saya diumpati oleh anak ini. Pada saat saya tatap matanya, saya bisa melihat bahwa dia butuh seseorang untuk meluapkan apa saja yang sudah lama ia simpan di hati dan pikirannya. Maka pendalaman tentang anak ini saya mulai. Pada akhirnya saya bisa merebut hati dan pikirannya. Kamu tahu apa yang saya lakukan padanya. Saya tidak pernah memaksa dia untuk berubah, hanya selalu memberikan nasehat dan saya gak pernah ingin dia berubah untuk saya. Saya hanya bilang “ Jadilah inspirasi untuk seseorang, kamu tahu bahwa keluargamu sudah tidak ada yang benar maka jadilah orang yang berusaha menjadi orang yang benar di keluargamu, meskipun kamu nanti tidak bisa setidaknya kamu tidak pernah menyerah untuk menjadi orang yang menjadi panutan untuk berubah”. Dia renungi itu maka dia mulai sholat, ngaji dan menjadi panitia Pondok Ramadhan. Awalnya dia ditertawakan oleh teman-temannya tapi selalu saya besarkan hatinya untuk bisa menerima hal itu. Lambat laun teman-teman yang menertawakan dia mulai mengikuti jejaknya. Bahkan, keluarganya kaget bukan kepalang, keluarganya bertanya pada seluruh teman dekatnya siapa yang bisa merubah anak itu. Pada saat ibunya tahu bahwa dia sekarang sudah menjadi anak kesayangan P. Budi maka ibunya bilang “Syukur dia sudah mau berubah padahal sudah banyak yang mencoba untuk menyadarkan anak itu tapi semua sudah menyerah”. Sampai saat tulisan ini saya tulis dia tetap berhubungan dan sering main ke rumah. Dia bukan lagi preman di sekolahnya tapi sekarang dia menjadi anak gaul yang tidak pernah mau NGOMPAS dan MABUK-MABUKKAN. Apakah saya bangga ? saya tidak pernah bangga karena saya hanya menjadi perantara bagi Tuhan sebagai hambanya. Kamu bisa kan?
Sebelum saya tutup tulisan ini maka ada hal yang harus kamu renungi bahwa HIDUP INI ADALAH SEBUAH PILIHAN. Apapun yang kita lakukan adalah sebuah pilihan, bahkan kita sekolah pun dihadapkan dengan 2 pilihan menjadi SUKSES atau GAGAL. Nasib kita ada pada niat kita sendiri untuk bisa merubahnya. Saya sampai sekarang masih melihat bahwa murid yang saya ajar mempunyai kesempatan untuk menjadi orang yang berguna dan sukses, Cuma mereka belum punya niat untuk berubah. Tulisan ini ditulis dengan pengalaman pribadi yang sudah lama ingin saya bagi. Mak saya harap tulisan ini bisa membuat kita berubah. Pesanku, jika kalian pengen sukses, ikutilah petunjuk dan nikmatilah proses perubahan kalian. Dan yakinlah bahwa kamu mampu melakukannya.

JIKA KAMU SUDAH BACA TULISAN INI, BELUM TENTU KAMU PAHAMI ISINYA.
TAPI
JIKA KAMU SUDAH PAHAMI TULISAN INI SAYA YAKIN KAMU TELAH MEMBACANYA DAN BERUSAHA MERESAPI ISINYA BERULANG KALI.
MAKA USAHAKAN BACA DAN RESAPI SEKALIGUS RENUNGI TULISAN INI.

I dedicate this writing to all my students

12:15 AM, November 7 2008

Mr. Budi